Proses Detox Saya

IKHTIAR SAYA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH
ALHAMDULILLAH TURUN DARI 420 KE 122 (TURUN 298 POINT)
DALAM 34 HARI !!

Ini adalah Proses Detox gila – gilaan yang ke 2 saya. Saya pernah melakukan Detox sekitar 10 tahun yang lalu. Detox ini Mulai saya laukan tanggal 2 Mei 2014, sehari setelah saya ukur Kadar Gula Darah nya 420. Oke, mari kita simak apa yang terjadi selama saya melakukan Detox dengan target Gula Darah normal menembus ambang batas Pra Diabetes dibawah 126 menjadi sekitar 120 atau dibawahnya. Detox akan berhasil dengan maksimal jika Anda didampingi oleh seorang Coach Detox yang berpengalaman atau Seorang yang sudah pernah berhasil dalam melakukan Detox

Berikut ini tahap – tahap yang saya alami dalam Detox yang ke 2 saya. Saat Detox yang pertama kali dulu saya tidak sempat menulis, karena target Detox ke 2 saya ini jelas, yaitu menuju kadar gula darah menjadi normal, maka saya ingin menuliskannya dan berbagi pengalaman Detox saya.

Sebelum Detox Gula Darah : 420 dan Tekanan Darah : 177/110

Hari Pertama : (2 Mei 2014)

Perut terasa mual – mual dan buang air besar banyak tetapi lancar. Perut terasa lega dan nyaman. Makanan yang berserat tinggi ini mungkin yang menyebabkannya buang air besar lancar.

Hari ke 2 (3 Mei 2014) :

BAB encer dan terasa ada seperti pasir halus saat cebok, sepertinya kotoran yang nempel di usus mulai dibersihkan. BAB warna cokelat kehitaman. Mungkin kerak-kerak kotoran di usus ikut keluar.

Hari ke 4 (6 Mei 2014) :

Guldar 182

Pusing-pusing di kepala. Dengan minum air putih banyak Alhamdulilah berangsur – angsur pusingnya hilang. Saya ukur Gula Darah hasilnya : 182 dan tekanan darah menjadi 152/96

Hari ke 5 : (7 Mei 2014)

Sakit kepala masih ada sedikit, Setelah minum air putih banyak berangsur – angsur hilang. Efek tubuh yang saya rasakan : tidur enak, bangun tidur serasa segar bandannya. Sholat Subuh saat duduk tahiyat akhir tidak nyaman, sekarang menjadi nyaman. Naik tangga ke Lantai 2 di rumah (di Jogja di rumah mertua) terasa ringan beda dengan sebelum detox. Perut terasa kempes dan nyaman

Hari ke 6 (8 Mei 2014) :

Guldar 163

Kaki – kaki terasa kaku – kaku … sedang ada perbaikan di kaki. Kalau gak diperbaiki mungkin ini sebagai sumber asam urat atau stroke. Karena saat detox, gejala atau tanda suatu penyakit akan muncul. Sepertinya plak atau kerak dalam pembuluh darah di kaki sedang disingkirkan, sehingga terasa efek kaku – kaku. Minum Air Putih yang banyak akhirnya mengurangi kaki yang kaku. Setelah diukur Gula Darah, hasilnya : 163. Berarti turun Gula Darah sebanyak 257 point dalam 6 hari. Saya posting foto di Facebook, banyak yang komentar kalau saya terlihat lebih Langsing.

Ini komentar teman-teman Facebook saya >> Komentar Hari ke 6 Detox

Ya … jika Detox dilakukan dengan serius dan benar, selain mengeluarkan racun di dalam tubuh, juga mengeluarkan lemak !

 Hari ke 7 (9 Mei 2014)

Saat mandi pagi, batuk – batuk hebat sampai dada sakit. Keluar lendir kental. Setelah minum air putih yang banyak, batuk berangsur – angsur reda. Kata istriku aku sudah menghabiskan air putih sebanyak 3,5 liter dari bangun pagi subuh sampai jam 9 pagi. Ya … Detox memang harus banyak minum air putih agar efek yang dirasakan tubuh segera hilang, juga untuk mendorong keluar racun dan lemak yang sudah dibongkar keluar badan menjadi lebih mudah dengan minum air putih yang banyak. Ibarat seperti gosok gigi, perlu kumur – kumur dengan air putih berkali – kali, untuk membilasnya.

Hari ke 8 (10 Mei 2014) :

Nyeri nyeri di punggung atas, dibagian bawah leher sampai pundak. Ini adalah efek dibobolnya plak – plak dalam pembuluh darah di punggung dan leher. Apabila sumbatan pembuluh darah sampai di otak, inilah yang menjadi sumber penyakit stroke. Alhamdulillah saya semakin sadar tentang pentingnya pola makan yang baik dan benar

Jam 10.50 saya terbang ke Pontianak, dan saya melanjutkan Detox sendirian di Pontianak tanpa ada Satpam Detok (istri saya) yang selalu ingatkan dan ngomel-ngomel kalau saya makan makanan yang buruk gizi atau kalori tinggi.

Hari ke 9 (11 Mei 2014)

Hari ini adalah hari ke 9 Detox saya tapi merupakan Hari Pertama Detox di Pontianak. Hari ke 1 – 8 saya jalankan di Jogja. Saya merasakan leher tengah belakang kaku-kaku. Kalau kemarin pundak yang terasa kaku. Oke … lanjut minum air putih yang banyak … berangsur – angsur kaku – kaku berkurang …

Hari ke 10 (12 Mei 2014)

Setelah saya coba tambah konsumsi Omega 3 menjadi 2 x 2 soft gel dalam sehari, Mata menjadi pegal – pegal, ini mungkin efek detoxnya. Saya baru menyadari setelah baca literatur kalau Suplemen Omega 3 ternyata juga bagus untuk mata, selain untuk membersihkan kapiler pembuluh darah

Hari ke 11 (13 Mei 2014)

Guldar 149

Saat BAB pagi hari keluar minyak, saat cebok tangan terasa lengket, khas minyak kelapa. Ini mungkin minyak goreng yg lama mengendap di fili-fili usus atau labung (yang permukaannya seperti handuk) dibersihkan. Cek Guldar turun menjadi 149. Alhamdulillah

Hari ke 16 (18 Mei 2014)

Selain konsumsi Nutrisi, dan memperbaiki pola makan, saya mulai olah raga aerobik karena kalau sudah mendekati target normal gula darah memang perlu ekstra ikhtiarnya

Hari ke 23 (25 Mei 2014)

Guldar Farmasi

Setelah saya aerobik di Stadion Sultan Abdurrahman Pontianak, kebetulan ada Pharmaceutical Care (Diselenggarakan oleh Prodi Farmasi UNTAN), semacam bakti sosialnya mahasiswa UNTAN untuk cek kesehatan gratis, meliputi cek tekanan darah, gula darah dan kolesterol. Karena gratis saya cek kadar gula darah. Karena tidak ada persiapan (puasa), jadi kadar gula darahnya sesaat. Sebelum pergi saya minum Shake dan setelah Aerobik saya juga makan bubur pedas. Hasil cek Gula darah sesaat : 208, kalau gula darah puasa setara dikurangi 50 point atau sekitar : 158, ada peningkatan sedikit dibandingkan cek terakhir yg terakhir yaitu 149. Saya koreksi diri malam sebelumnya saya juga makan agak ngawur, jadi pantas gula darah naik sedikit. Ini kesalahan saya dan menjadi koreksi saya. Justru ini yang membuat saya menjadi semangat untuk lebih tahu mendalam tentang gaya hidup sehat dan belajar lagi tentang diabetes. Dari kesalahan ini saya kemudian beli buku-buku gaya hidup sehat karangan Dr. Hiromi Shinya dan browsing di internet

Hari ke 34 (4 Juni 2014)

Guldar 22

Hari ini sangat bersejarah buat saya, karena hasil ukur Gula Darah saya : 122 !! Alhamdulillah dalam 34 hari saya telah terbebas dari Diabetes menembus batas angka Pra Diabetes : 126. Secara statistik Alhamdulillah saya sudah sembuh, tetapi karena saya sudah pernah punya riwayat diabetes, maka saya harus merubah total gaya hidup saya menjadi gaya hidup sehat. Pola makan Food Combining dan Vegetarian menjadi pilihan Gaya Hidup Saya serta olah raga Aerobik seminggu sekali dan jogging 1x seminggu minimal.

Bonus dari Program Detox yang saya jalankan ini adalah : saya turun berat Badan 5 kg dalam 34 Hari. Turun Kadar Gula darah Dari 420 ke 122 dalam 34 hari adalah sebuah pengalaman yang luar biasa !

Dan saya Siap menjadi COACH DETOX untuk Anda, Teman Anda, Tetangga Anda, Keluarga Anda atau Siapapun yang Anda Kenal

Silahkan Inbox ke Facebook Saya : http://facebook.com/eddysetyawan

PIN BB : 73D34B77 | SMS/WA : 082151652480

Salam Sehat & Sejahtera !!

EDDY SETYAWAN | Coach Detox

Apa itu Detox/Detoxifikasi/Detoks

Berapa kapan Anda service motor (membersihkan karburator, dll) ? Mungkin anda akan menjawab : setiap 2.500 km

Kapan Anda service (membersihkan karburator, dll) mobil kesayangan ? Mungkin Anda akan menjawab : setiap 10.000 km

Berapa kali anda menyapu, ngepel (membersihkan) rumah ? Mungkin Anda menjawab : setiap pagi atau sekali sehari

Berapa kali Anda mandi (membersihkan badan) Sehari ? jawabannya 2-3 kali sehari

Berapa kali atau kapan Anda membersihkan BAGIAN DALAM TUBUH Anda (Detox) ??? Pasti banyak yang belum bisa menjawab !!!

Nah … inilah ruh atau arti penting Detox. Kita sangat rajin membersihkan motor, mobil, rumah, bagian luar tubuh kita. Tapi Jarang atau mungkin belum pernah membersihkan (Detox) kotoran dalam tubuh kita. Sehingga timbunan kotoran dalam tubuh kita, yang bersumber dari : kolesterol, zat pewarna, logam berat, pengawet makanan, gula, dll semakin lama akan semakin banyak dan merupakan sumber penyakit. Apalagi jika pola makan kita tidak baik, seperti saya yang hobby wisata kuliner, tentu racun-racun tersebut menjadi sumber penyakit Diabetes saya

Detox adalah proses pembuangan racun yang ada di dalam tubuh kita. Bagaimana sebenarnya proses detox ini berlangsung di dalam tubuh ? Mengapa bisa ada racun dalam tubuh kita ? Bagaimana cara mengeluarkan racun tersebut ? Bagaimana Cara memilih Metode Detox yang aman ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu akan menjadi tanda tanya besar kita semua.

Secara umum  banyak mengartikan Detox itu adalah cara yang ditempuh untuk membuang racun yang bersemayam dalam tubuh kita. Ada juga yang mengatakan jika Detox itu adalah teknik atau metode menggunakan alat tertentu untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh kita.

Detox sangat-sangat penting untuk tubuh kita, karena proses penyembuhan apapun tidak akan maksimal jika belum dilakukan Detox. Justru nutrisi atau obat-obatan akan terserap dan bekerja dengan bagus jika bagian dalam tubuh sudah dibersihkan. Karena setelah Detox, maka fungsi metabolisme, pembuluh darah, pencernaan bahkan sistem pernafasan akan bersih dan bekerja dengan baik.

Awal Saya Tahu Diabetes dan Memutuskan untuk Detox

Menderita Diabetes & memutuskan untuk melakukan Detoksifikasi tentu ada sebab akibatnya. Semua teman FB saya pasti tahu dan paham kalau saya adalah Seorang “Maksiat” makan, artinya : Hobinya wisata kuliner/makanan enak. Dan tanpa disadari mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Saya juga pendiri grup Wisata Kuliner Pontianak isinya tentu sharing makanan-makanan enak di Pontianak, Kalimantan Barat. Juga sering upload foto-foto di Facebook tentang perjalanan wisata kuliner saya.

Awal saya tahu dan mengerti kalau saya akhirnya terkena diabetes adalah pertemuans dengan Mas Keke (Riyeke Ustadiyanto), Mbak Silvia Ratna, Prof. Wicaksono Bio dan Kyai Radian Dewantoro sekitar Awal Januari 2014. Saat kita berlima wiskul di Ingkung nDeso di Jln Imogiri Barat, Jogja. Aku lihat Mas Keke makan nasinya sedikit banget, aku tanya : kenapa makan nasinya kok sedikit ? Mas Keke cerita kalau kadar gulanya tinggi dan mesti mengurangi nasi atau karbohidrat. Dan saat itu juga Mas Keke menyarankan saya untuk test kadar gula darah. Saya cuma iyakan saja … sambil berkata dalam hati aku kan tidak merasan gejala apa-apa dalam tubuh saya … aku normal kok … gak merasakan sakit. Kemudian berlanjut wiskul lagi di Resto Handayani di Jl. Solo, Yogyakarta. Saya perhatikan lagi Mas Keke makan nasinya kok sedikit lagi ya ? apa gak lapar ? dan obrolan kita sambil diselingi sedikit tentang Diabetes dan diakhiri hari itu kita berlima ngakak-ngakak ke Kopi Klinik sampai larut malam.

Dan beberapa hari kemudian, saya ke Purworejo ke rumah Hari Nugroho (sepupu saya), yang punya alat untuk cek gula darah, dan saya di cek gula darahnya ternyata 390. Tinggi sekali katanya. Akhirnya saya memutuskan untuk detox awal untuk menurunkan kadar gula darah. Dalam seminggu gula darah turun menjadi 290, saya seneng banget tapi tetap tidak memperbaiki pola makan.

Trus saya kembali ke Pontianak dan lupa akan gula darah, karena belum paham tentang Diabetes, cara mengatasinya, gula darah normal itu diangka berapa, pola makan untuk diabetes, dan lain-lain yang berhubungan dengan Diabetes. Yang saya ingat dari Mas Keke hanya : gula darah mesti di bawah 200 target awal untuk yang memiliki gula darah tinggi

Tanggal 10 Maret 2014 saya ke Jogja lagi dan coba cek gula darah ternyata hanya turun sedikit, yaitu menjadi 270. Hanya turun 20 point selama 2 bulan Saya di Pontianak. Dan Pola makan saya rusak karena wiskul lagi di Jogja, mungkin makan mie jawa aja sampai 10 kali, Ingkung Ayam Jawa, Mie Ayam, Nasi Goreng, Capcae, Guyunghai, Gudeg, Sate Klathak, Sate Usus & Kepala Ayam di Angkringan,  dan lain2. Saya ketagihan Mie Jawa  karena di Pontianak gak ada yang jual mie jawa enak. Sehingga saya memanfaatkan aji mumpung saat di Jogja.

Trus tanggal 1 Mei 2014 kemarin saya cek kadar gula darah dan hasilnya adalah : 420, ini tinggi sekali dan Tekanan Darah Juga Tinggi : 177/110. Malam harinya saya gak bisa tidur karena saya browsing di internet tentang diabetes dan gula darah ternyata efeknya mengerikan sekali, bisa mengakibatkan Penyakit Komplikasi dan berakibat GANGGUAN FUNGSI JANTUNG, GINJAL, MATA dan bahkan bisa IMPOTENSI.

Kemudian saya BBM dengan Mas Keke … cerita kalau Gula Darah saya 420. Kata mas Keke itu tinggi sekali dan harus segera ke dokter. Sambil mengingatkan saya kalau anak-anak masih kecil dan bila gula darah tinggi 10 tahun kedepan bisa CUCI DARAH.

DHUUEEEERRRR …. seperti ada PALU raksasa yang menghantam tubuhku. Istrikupun juga kalut dan mulai googling lagi tentang gula darah, diabetes, pola makan yang sehat dan cara menurunkan gula darah dan tekanan darah tinggi.

Akhirnya saya memutuskan untuk menurunkan kadar gula darah dengan cara DETOX/DETOKSIFIKASI atau Pengeluaran Racun dari dalam tubuh secara serius !!

Pada Kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada suami istri Mas Keke dan Mbak Silvi yang mengenalkan saya tentang Diabetes, terutama Mas Keke yang “memaksa” saya untuk segera cek gula darah. Coba kalau tidak segera cek gula darah, maka saya tidak tahu kalau saya sudah kena Diabetes ! yang akhirnya karena tidak pernah saya rasakan, karena penderita Diabetes itu memang tidak ada keluhan di awal-awal, dan itu bisa menjadi semacam “penumpukan” yang berakibat fatal !